Selasa, 06 Maret 2012

Hal Yang Menyenangkan Dan Tidak Menyenangkan Mengenai Bahasa Indoesia


Belajar bahasa Indonesia tentunya sangat bermanfaat bagi Kita selaku bangsa Indonesia khususnya. Namun ternyata ada beberapa prihal mengenai pembelajaran bahasa Indonesia baik dari yang menyenangkan maupun yang tidak menyanangkan. Beberapa hal yang menyenangkan ketika mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia yaitu saya dapat memperbaiki sturuktur berbahasa yang selama ini saya pergunakan. Karena ternyata masih begitu banyak hal-hal yang harus diperbaiki dalam berbahasa saya.
Dibalik hal yang saya rasa menyenangkan, ada beberapa hal yang sedikit tidak sesuai dengan perasaan saya ketika belajar mata kuliah bahasa Indonesia. Yakni kurangnya ke-efektif-an dan ke-kondusif-an kelas. Selain itu, segi penyampaian mata kuliah juga masih sedikit membingungkan bagi saya pribadi.
Terimakasih.

Kamis, 01 Maret 2012

Kesendirian Tidak Selalu Mematikan!!!


Sahabatku,,, 
banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan
melelahkan.
 'Sendiri oh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa menjadi masalah besar bagi sebagian orang!

Apakah Sahabat termasuk yang demikian? :-)
 
Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran, sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!

Kesendirian bisa memiliki dua makna...
 
Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya, tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk perasaan saja.
Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun merasakan kesunyian. Mungkin Sahabat pernah mengalami hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :-) dan lain sebagainya..!
 
Satu hal yang perlu Sahabat ingat, kesendirian dengan arti apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan segala situasinya.
 
Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih bermakna? Lakukan hal berikut :
 
1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif yang sangat Sahabat sukai, misalnya dengan membaca, 
    menulis, olahraga, menyanyi? :-) 
    Apapun kesukaan Sahabat. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih menyenangkan!
 
2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi impian Sahabat dan belum sempat dilakukan. Sahabat bisa 
    membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.
 
    Percaya, cara ini akan menyadarkan Sahabat akan sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya.Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi menyenangkan? ;-)
 
3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang keinginan yang ingin Sahabat wujudkan selagi masih 
    hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali 'keinginan gila' saat Sahabat masih kecil? Atau mimpi-
    mimpi lain yang belum terlaksanakan?
    Saat itu Sahabat akan sadar, ternyata banyak sekali hal yg memerlukan kesendirian untuk mewujudkannya!
 
4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal *utama* dan yang pertama yang harus Sahabat lakukan... Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri Sahabat. Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat keberadaan Sahabat di dunia.
 
    Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin kokoh kemampuan Sahabat mengarungi kehidupan, dengan segala situasinya.
 Intinya, jangan biarkan Sahabat terjebak dalam kesendirian dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya
berlarut-larut, hingga membuat Sahabat putus asa.
 
Kalau Sahabat mau membuka mata, kita sebenarnya tidak pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar 
kita. Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa Sahabat jadikan teman, dan ajak bicara!
Jika Sahabat mau terbuka, dalam kesendirian, Sahabat bisa merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian, Sahabat bisa menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian, dan memaksimalkan potensi yang Sahabat miliki. Dalam kesendirian pula, Sahabat bisa mengungkap kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan ego yang seringkali Sahabat temukan di keramaian!
 
Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan saja kepada setiap orang, termasuk kepada Sahabat. Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini Sahabat sedang dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri', Sahabat harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya mematikan!

Kelola-lah perasaan Sahabat dengan baik, dan buatlah kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)

SEMANGAT!!!

^-^ Diserat deui ku Salmun al Ghozh kenging tina artikel Anne Ahira anu dikirim knu e-Mail abdi ^-^

Senin, 27 Februari 2012

TETAPKAN TUJUAN HIDUP


Sahabat...
"Without goals, and plans to reach them, you are like a ship that sail with no destination" (Fritzhugh Dodson)

Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya tujuan dalam hidupnya. Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup adalah apa yang kemudian dilakukannya.Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih nasib tak berpihak padanya.
Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang.Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya perubahan tersebut... hingga akhirnya tujuan hidupnya tidak tercapai!
Padahal Allah swt telah berfirman dalam al Qur'an bahwa Dia tidak akan merubah nasib suatu golongan/kaum apabila golongan/kaum tersebut tidak berkeinginan merubahnya.

Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah tujuan hidup beberapa kali. Hal yg terpenting adalah setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin dicapai. Setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan strategi apa yang harus diambil.

4 Cara yang bisa Sahabat pake untuk menetapkan Tujuan Hidup:


1. Apa sebenarnya keinginan Sahabat?

    Tanyakan pada hati nurani, apa sebenarnya keinginan Sahabat untuk beberapa tahun ke depan? Tidak ada salahnya Sahabat bermimpi.(tapi bukan tidur ya ^-^) Sahabat tidak perlu malu mengakuinya, lagipula, toh tidak ada biaya yang harus Sahabat keluarkan untuk sekedar bermimpi. ^-^


2. Kumpulkan informasi.

    Dengan mengumpulkan informasi, Sahabat bisa lebih mudah mencapai tujuan yang diinginkan. Jika ada orang lain yang sudah berhasil melakukan yang Sahabat inginkan, belajarlah dari mereka. Lakukan apa yang mereka kerjakan!


3. Jangan diam.
    Pepatah kolot mengatakan: Diam itu emas. tapi sayangnya disini tidak berlaku hal demikian. Yang berlaku adalah bahwa "Diam itu Penghianatan". Lakukan sesuatu dan secara terus menerus yang akan membawa Sahabat pada impian hidup yang diinginkan!


4. Tingkatkan kemampuan
    Jika ada cara yang Sahabat lakukan terbukti efektif dan mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai, maka alangkah baiknya jika Sahabat berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan menambah kecepatan kinerja agar tujuan hidup Sahabat lebih cepat tercapai.

Jika keempat hal di atas Sahabat lakukan secara terus menerus tanpa lelah dan bosan, Insya-Allah Sahabat akan mendapatkan tujuan hidup yang Sahabat inginkan.

Sahabat ibaratnya adalah seorang 'pemahat' atas gambaran kehidupan Sahabat sendiri. Dan seorang pemahat yang baik akan selalu memiliki 'planning' terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Dalam hal ini, Sahabat pun hanya bisa sebesar dan sebahagia sebagaimana tujuan yang telah Sahabat tentukan. Oleh sebab itu, PAHATLAH DIRI SAHABAT SEBAIK-BAIKNYA!!!

^-^

Rewrotten by Salmun al Ghozh from Anne Ahira's article for me

Hargai Apa Yang Kita Miliki


Pernahkah Kalian mendengar kisah Helen Kehler? 
Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan dalam kondisi buta dan tuli. Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dalam kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.

Tidak ada seorangpun yang menginginkan lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan memilih untuk lahir dalam keadaan normal.

Namun siapa sangka, dengan segala kekurangannya, dia memiliki semangat hidup yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang legendaris. Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup kepada mereka yang memiliki keterbatasan pula, seperti cacat, buta dan tuli. (Subhanallah..)

Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti dirinya mampu menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit untuk dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah  diucapkan Helen Kehler:

   "It would be a blessing if each person 
     could be blind and deaf for a few days 
     during his grown-up live. It would make
     them see and appreciate their ability to 
     experience the joy of sound".
(translate sendiri ajah ya..)
^-^

Intinya, menurut dia, merupakan sebuah anugerah bila setiap org yang sudah menginjak dewasa itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja. Dengan demikian, setiap orang akan lebih menghargai hidupnya, paling tidak saat mendengar suara!

Sekarang, coba Qt bayangkan sejenak....

......Qt menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja!

Tutup mata dan telinga selama rentang waktu tersebut. Jangan biarkan diri ini melihat atau mendengar apapun. Selama beberapa hari itu Qt tidak bisa melihat indahnya dunia, Qt tidak bisa melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan Qt tidak bisa menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan!


Bagaimana Sahabat? 

Apakah beberapa hari cukup berat? 
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita! Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah menghargai apa yang sudah kita miliki.
(Hayooh..)

Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh orang lain.  Ya! Kemewahan utk orang lain! Coba Qt renungkan, bagaimana orang yang tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu melakukan banyak hal, termasuk membuat sebuah tulisan yang menarik.



Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan bisa memandang hidup dengan lebih baik.

Qt akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah! Malah sebaliknya, Qt akan mampu berpikir positif dan menjadi seorang manusia yang lebih baik.
Keyz??

Rewrotten by: Salmun al Ghozh from Anne Ahira's article.
silakhkan klik: www.AsianBrain.com

Kamis, 23 Februari 2012

RAHASIA SANG PENAKLUK KONSTANTINOPEL





Menembus Eropa

S
etiap pahlawan Islam selalu bercita-cita untuk menjadi orang yang dimaksud Rasulullah SAW dalam haditsnya sebagai panglima yang terbaik dan tentaranya tentara yang terbaik dan membebaskan Konstantinopel agar terbebas dari kekuasaan Romawi.
Sudah sejak Rasulullah SAW masih hidup, beliau sudah berupaya menjadikan penguasa di Konstatinopel menjadi muslim. Selembar surat ajakan masuk Islam dari nabi SAW telah diterima Kaisar Heraklius di kota ini.
Dari Muhammad utusan Allah kepada Heraklius raja Romawi. Bismillahirrahmanirrahim, salamun ‘ala manittaba’al-huda, Amma ba’du, Sesungguhnya Aku mengajak anda untuk memeluk agama Islam. Masuk Islam lah Anda akan selamat dan Allah akan memberikan Anda dua pahala. Tapi kalau Anda menolak, Anda harus menanggung dosa orang-orang Aritsiyyin.”
Dikabarkan bahwa saat menerima surat ajakan masuk Islam itu, Kaisar Heraklius cukup menghormati dan membalas dengan mengirim hadiah penghormatan. Namun dia mengakui bahwa dirinya belum siap untuk memeluk Islam.
Dimasa shahabat, tepatnya di masa pemerintahan khalifah Umar radhiyallahu ‘anhu, Khalid bin Walid dikirim sebagai panglima perang menghadapi pasukan Romawi. Khalid memang mampu membebaskan sebagian wilayah Romawi dan menguasai Damaskus serta Palestina (Al-Quds). Tapi tetap saja ibukota Romawi Timur saat itu, Konstantinopel, masih belum tersentuh.
Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi, pahlawan yang merebut Al-Quds sekalipun, ternyata masih belum mampu membebaskan Konstantinopel. Padahal beliau pernah mengalahkan serangan tentara gabungan dari Eropa pimpinan Richard The Lion Heart dalam perang Salib. Ternyata membebaskan kota warisan Kaisar Heraklius bukan perkara sederhana. Dibutuhkan kecerdasan, keuletan dan tentunya, kekuatan yang mumpuni untuk pekerjaan sebesar itu.
Dan ternyata Sultan Muhammad Al-Fatih orangnya. Beliau adalah sosok yang telah ditunggu umat Islam sepanjang sejarah menunggu-nunggu realisasi hadits syarif Muhammad SAW.
Tidak mudah memang untuk membebaskan Istanbul yang sebelumnya bernama Konstantinopel ini. Kotanya cukup unik, karena berada di dua benua, Asia dan Eropa. Di tengah kota ada selat Bosporus yang membentang, ditambah benteng-benteng yang cukup merata.
Tetapi Sultan Muhammad Al-Fatih tidak pernah menyerah. Sejarah mencatat beliau telah memerintahkan para ahli dan insinyurnya untuk membuat sebuah senjata terdahsyat, yaitu sebuah meriam raksasa. Suaranya saja mampu menggetarkan nyali lawan dan berpeluru logam baja. Meriam ini mampu menembak dari jarak jauh serta meluluh-lantakkan benteng Bosporus.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/7/72/Muhammeds_Gun.jpg/800px-Muhammeds_Gun.jpg
Muhammed’s Great Gun
 
 











Inilah barangkali meriam terbesar yang pernah dibuat manusia. Sebelumnya dari sejarah para penakluk, belum pernah ada tentara manapun yang punya meriam raksasa sebesar ini.
Pribadi Shalih
Dari sisi keshalihannya, Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan tahajud dan shalat rawatib sejak baligh hingga saat wafat. Dan kedekatannya kepada Allah SWT ditularkan kepada tentaranya. Tentara Sultan Muhammad Al-Fatih tidak pernah meninggalkan solat wajib sejak baligh. Dan separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan solat tahajud sejak baligh.
Itulah barangkali kunci utama keberhasilan beliau dan tentaranya dalam menaklukkan kota yang dijanjikan nabi SAW. Rupanya kekuatan beliau bukan terletak pada kekuatan pisik, tapi dari sisi kedekatan kepada Allah, nyata bahwa beliau dan tentaranya sangat menjaga hubungan kedekatan, lewat shalat wajib, tahajjud dan sunnah rawatib lainnya
Menerima Jabatan Khalifah Sejak Belia
Usia beliau masih sangat muda, boleh dibilang masih kanak-kanak tatkala ayahandanya, Sultan Murad II, pensiun dini dari mengurus khilafah. Sang Ayah berniat untuk beruzlah di tempat yang sepi dari keramaian politik. Roda kepemimpinan diserahkan kepada puteranya, Muhammad, yang sebenarnya saat itu masih belum cukup umur. Mengingat saat itu wilayah Islam sudah membentang luas dari Maroko sampai Marouke.
Namun kebeliaannya tidak membuat prestasinya berkurang. Justru sejarah mencatat bahwa di masa kepemimpinan beliau, silsilah khilafah Bani Utsmani mencapai kejayaan terbesarnya, yaitu menaklukkan benua Eropa sebagaimana yang dijanjikan sebelumnya oleh Rasulullah SAW.
Kecakapan Muhammad cukup masuk akal, mengingat sejak kecil beliau telah mendapatkan berbagai macam pembinaan diri dan pendalaman ilmu-ilmu agama. Sang Ayah memang secara khusus meminta kepada para ulama untuk mendidiknya, karena nantinya akan menjadi khalifah tertinggi. Mulai dari bahasa Arab, tafsir, hadits, fiqih sampai ke ilmu sistem pengaturan negara, telah beliau lahap sejak usia diri. Bahkan termasuk ilmu strategi perang dan militer adalah makanan sehari-hari.

Siapa Yang Jadi Khalifah?
Sultan Murad II berhenti dari jabatannya di tengah begitu banyak problem, baik internal maupun eksternal. Sementara khilafah sedang menghadapi serangan bertubi-tubi dari tentara kerajaan Romawi Timur.
Sebagai khalifah yang masih sangat belia, Muhammad Al-Fatih kemudian berinisiatif untuk mengirim utusan kepada ayahandanya dengan membawa pesan. Isinya cukup unik untuk mengajak sang ayahanda tidak berdiam diri menghadapi masalah negara.
“Siapakah yang saat ini menjadi khalifah: saya atau ayah? Kalau saya yang menjadi khalifah, maka sebagai khalifah, saya perintahkan ayahanda untuk datang kemari ikut membela negara. Tapi kalau ayahanda yang menjadi khalifah, maka seharusnya seorang khalifah berada di tengah rakyatnya dalam situasi seperti ini”

Sang Penakluk atau Sang Pembebas?
Karena prestasinya menaklukkan Konstantinopel, Muhammad kemudian mendapat gelar “Al-Fatih”. Artinya sang pembebas. Barangkali karena para pelaku sejarah sebelumnya tidak pernah berhasil melakukannya, meski telah dijanjikan nabi SAW.
Namun orang barat menyebutkan The Conqueror, Sang Penakluk. Ada kesan bila menggunakan kata “Sang Penakluk” bahwa beliau seolah-olah penguasa yang keras dan kejam. Padahal gelar yang sebenarnya dalam bahasa arab adalah Al-Fatih. Berasal dari kata: fataha - yaftahu. Artinya membuka atau membebaskan. Kata ini terkesan lebih santun dan lebih beradab. Karena pada hakikatnya, yang beliau lakukan bukan sekedar penaklukan, melainkan pembebasan menuju kepada iman dan Islam.
Beliau merupakan seseorang yang sangat ahli dalam berperang dan pandai berkuda. Ada yang mengatakan bahwa sebagian hidupnya dihabiskan di atas kudanya.
Yang lebih menarik, meski beliau punya kedudukan tertinggi dalam struktur pemerintahan, namun karena keahlian beliau dalam ilmu strategi perang, hampir seluruh perjalanan jihad tentaranya ia pimpin secara langsung. Bahkan ia tetap berangkat berjihad kendati sedang menderita suatu penyakit.
Tata Negara dan Administrasi
Selain sebagai ahli perang dan punya peran besar dalam hal perluasan wilayah Islam, beliau juga ahli di bidang penataan negara, baik secara pisik maupun dalam birokrasi dan hukum. Kehebatan beliau dalam menata negerinya menjadi negeri yang sangat maju diakui oleh banyak ilmuwan. Bahkan secara serius belaiu banyak melakukan perbaikan dalam hal perekonomian, pendidikan dan lain-lain.
Beliau juga merupakan orang pertama yang memperkenalkan istilah Politik dalam Bahasa Arab (Siyasah).
Dalam kepemimpinannya, Istambul dalam waktu singkat sudah menjadi pusat pemerintahan yang sangat indah dan maju di samping sebagai bandar ekonomi yang sukses.
Beliau juga dikenal sebagai pakar dalam bidang ketentaraan, sains, matematika. Beliau memenguasai 6 bahasa sejak berumur 21 tahun. Seorang pemimpin yang hebat namun tawadhu’.
Mendidik Tentara Satu hal yang jarang diingat orang adalah proses pembentukan pasukan yang sangat profesional. Pembibitan dilakukan sejak calon prajurit masih kecil. Ada team khusus yang disebarkan ke seluruh wilayah Turki dan sekitarnya seperti Balkan dan Eropa Timur untuk mencari anak-anak yang paling pandai IQ-nya, paling rajin ibadahnya dan paling kuat pisiknya. Lalu ditawarka kepada kedua orang tuanya sebuah kontrak jangka panjang untuk ikut dalam tarbiyah (pembinaan) sejak dini.
Bila kontrak ini ditandatangani dan anaknya memang berminat, maka seluruh kebutuhan hidupnya langsung ditanggung negara. Anak itu kemudian mulai mendapat bimbingan agama, ilmu pengetahuan dan militer sejak kecil. Mereka sejak awal sudah dipilih dan diseleksi serta dipersiapkan.
Maka tidak heran kalau tentara Muhammad Al-Fatih adalah tentara yang paling rajin shalat, bukan hanya 5 waktu, tetapi juga shalat-shalat sunnah. Sementara dari sisi kecerdasan, mereka memang sudah memilikinya sejak lahir, sehingga penambahan ilmu dan sains menjadi perkara mudah.

Konstantinopel Menjadi Istanbul
Setelah ditaklukan nama Konstatinopel diubah menjadi Islambul yang berarti “Kota Islam”, tapi kemudian penyebutan ini bergeser menjadi Istambul seperti yang biasa kita dengar sekarang.
Sejak saat itu ibu kota khilafah Bani Utstmani beralih ke kota ini dan menjadi pusat peradaban Islam dan dunia selama beberapa abad. Sebab kota ini kemudian dibangun dengan segala bentuk keindahannya, percampuran antara seni Eropa Timur dan Arab.
Gereja dan tempat ibadah non muslim dibiarkan tetap berdiri, tidak diutak-atik sedikit pun. Sementara khalifah membangun gedung dengan arsitektur yang tidak kalah cantiknya dengan gedung-gedung sebelumnya. Sepintas kalau kita lihat gedung peninggalan peradaban masehi sama saja dengan bangunan masjid. Tetapi ternyata tetap ada perbedaan mendasar. Selain masalah salib yang menjadi ciri gereja, bangunan dari peradaban Islam punya dominasi lingkaran dan setengah lingkaran.
Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan bayak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik strategi peperangannya yang dikatakan mendahului zamannya.
Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambol (Islam keseluruhannya). Kini nama tersebut telah diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul. Untuk memperingati jasanya, Masjid Al-Fatih telah dibangun di sebelah makamnya.

Dikutip dari:
http://en.wikipedia.org/wiki/Mehmed_II