Minggu, 25 Maret 2012
TUGASKU
Tulislah sebuah karya ilmiah dengan ketentuan sebagai berikut:
· topik "Manfaat Membaca dalam Penulisan Karya Ilmiah";
· panjang karangan + 400 kata;
· karya ilmiah yang sudah disunting, dimuat dalam blog paling lambat 3 April 2012.
GANBARUZO!!!!
Jumat, 23 Maret 2012
KUASAI KECERDASAN EMOSI ANDA!
"Siapapun bisa marah. Marah itu mudah.
Tetapi, marah pada orang yang tepat,
dengan kadar yang sesuai, pada waktu
yang tepat, demi tujuan yang benar, dan
dengan cara yg baik, bukanlah hal mudah."
-- Aristoteles, The Nicomachean Ethics.
Mampu menguasai emosi, seringkali orang menganggap remeh pada masalah ini. Padahal, kecerdasan otak saja tidak cukup menghantarkan seseorang mencapa kesuksesan. Justru, pengendalian emosi yang baik
menjadi faktor penting penentu kesuksesan hidup seseorang.
Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran mental dari
seseorang yang cerdas dalam menganalisa merencanakan dan menyelesaikan
masalah, mulai dari yang ringan hingga kompleks. Dengan kecerdasan
ini, seseorang bias memahami, mengenal, dan memilih kualitas mereka
sebagai insan manusia. Orang yang memiliki kecerdasan emosi bisa
memahami orang lain dengan baik dan membuat keputusan dengan bijak.
Lebih dari itu, kecerdasan ini terkait erat dengan bagaimana seseorang
dapat mengaplikasikan apa yang ia pelajari tentang kebahagiaan,
mencintai dan berinteraksi dengan sesamanya. Ia pun tahu tujuan
hidupnya, dan akan bertanggung jawab dalam segala hal yang
terjadi dalam hidupnya sebagai bukti tingginya kecerdasan emosi yang
dimilikinya. Kecerdasan emosi lebih terfokus pada pencapaian
kesuksesan hidup yang “tidak tampak”.
Kesuksesan bisa tercapai ketika seseorang bisa membuat
kesepakatan dengan melibatkan emosi, perasaan dan interaksi
dengan sesamanya. Terbukti, pencapaian kesuksesan secara materi
tidak menjamin kepuasan hati seseorang.
Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yang juga dikenal dengan
sebutan "EQ"), dikenalkan melalui pasar dunia. Dinyatakan
bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi dan menggunakan emosi secara
tepat dalam setiap bentuk interaksi lebih dibutuhkan daripada kecerdasan
otak (IQ) seseorang. Sekarang, mari kita lihat, bagaimana emosi
bisa mengubah segala keterbatasan menjadi hal yang luar biasa.
Seorang miliuner kaya di Amerika Serikat, Donald Trump,
adalah contoh apik dalam hal ini. Di tahun 1980 hingga 1990,
Trump dikenal sebagai pengusaha real estate yang cukup sukses,
dengan kekayaan pribadi yang diperkirakan sebesar satu miliar US dollar.
Dua buku berhasil ditulis pada puncak karirnya, yaitu "The Art of The Deal dan Surviving at the Top". Namun jalan yang dilalui Trump tidak selalu mulus...
Sahabat ingat depresi yang melanda dunia diakhir tahun 1990? Pada saat
itu harga saham properti pun ikut anjlok dengan drastis. Hingga
dalam waktu semalam, kehidupan Trump menjadi sangat berkebalikan.
Trump yang sangat tergantung pada bisnis propertinya ini harus menanggung
hutang sebesar 900 juta US Dollar! Bahkan Bank Dunia sudah memprediksi
kebangkrutannya. Beberapa temannya yang mengalami nasib serupa berpikir
bahwa inilah akhir kehidupan mereka, hingga benar-benar mengakhiri
hidupnya dengan cara bunuh diri. Di sini kecerdasan emosi Trump
benar-benar diuji. Bagaimana tidak, ketika ia mengharap simpati dari
mantan istrinya, ia justru diminta memberikan semua harta yang
tersisa sebagai ganti rugi perceraian mereka. Orang-orang yang
dianggap sebagai teman dekatnya pun pergi meninggalkannya begitu
saja. Alasan yang sangat mendukung bagi Trump untuk putus asa dan
menyerah pada hidup. Namun itu tidak dilakukannya. Trump justru
memandang bahwa ini kesempatan untuk bekerja dan mengubah keadaan.
Meski secara finansial ia telah kehilangan segalanya, namun ada "intangible
asset" yang tetap
dimilikinya. Ya, Trump memiliki pengalaman dan pemahaman bisnis yang kuat, yang jauh lebih berharga dari
semua hartanya yang pernah ada!
Apa
yang terjadi selanjutnya?
Fantastis!!! enam bulan kemudian Trump sudah berhasil
membuat kesepakatan terbesar dalam sejarah bisnisnya. Tiga tahun
berikutnya, Trump mampu mendapat keuntungan sebesar US$3 Milliar.
Ia pun berhasil menulis kembali buku terbarunya yang diberi judul "The Art of The Comeback". Dalam bukunya ini Trump
bercerita bagaimana kebangkrutan yang menimpanya justru
menjadikannya lebih bijaksana, kuat dan fokus daripada sebelumnya.
Bahkan ia berpikir, jika saja musibah itu tidak terjadi, maka ia tidak
akan pernah tahu teman sejatinya dan tidak akan menjadikannya
lebih kaya dari yang sebelumnya. Luar biasa bukan? ^-^
Kecerdasan Emosi memberikan seseorang keteguhan untuk bangkit
dari kegagalan, juga mendatangkan kekuatan pada seseorang untuk
berani menghadapi ketakutan. Tidak sama halnya seperti kecerdasan
otak atau IQ, kecerdasan emosi hadir pada setiap org & bisa dikembangkan.
Berikut
beberapa tips bagaimana cara mengasah kecerdasan emosi:
1. Selalu hidup dengan
keberanian.
Latihan dan berani mencoba hal-hal baru akan memberikan
beragam pengalaman dan membuka pikiran dengan berbagai kemungkinan
lain dalam hidup.
2. Selalu bertanggung
jawab dalam segala hal.
Ini akan menjadi jalan untuk bisa mendapatkan kepercayaan
orang lain dan mengendalikan kita untuk tidak mudah menyerah. "being accountable is being dependable"
3. Berani keluar dari
zona nyaman.
Mencoba keluar dari zona nyaman akan membuat kita bisa
mengeksplorasi banyak hal
4. Mengenali rasa takut
dan mencoba untuk menghadapinya.
Melakukan hal ini akan membangun rasa percaya diri dan
dapat menjadi jaminan bahwa segala sesuatu pasti ada solusinya.
5. Bersikap rendah hati.
Mau mengakui kesalahan dalam hidup justru dapat
meningkatkan harga diri kita.
So, kuasailah kecerdasan emosi Sahabat! Karena
mengendalikan emosi merupakan salah satu faktor penting yang bisa mengendalikan
Sahabat menuju sukses dan juga menikmati warna-warni kehidupan.
^-^
diserat deui ku: Salmun al Ghozh
kenging ti Anne Ahira dinu http://www. AsianBrain.com
Hatur Nuhun
diserat deui ku: Salmun al Ghozh
kenging ti Anne Ahira dinu http://www.
Hatur Nuhun
Jumat, 09 Maret 2012
Tugas per-07 Maret 2012_B.Indonesia
Nama: Ahmad Salmun [41032151111007]
Elis Siti Nurjanah [41032151111028]
Eva Dianita [41032151111040]
Fitri Purnama [41032151111019]
Oke Wahyudi [41032151111035]
Belajar bahasa
Indonesia tentunya sangat bermanfaat bagi Kita selaku bangsa Indonesia
khususnya. Namun ternyata ada beberapa prihal mengenai pembelajaran bahasa
Indonesia baik dari yang menyenangkan maupun yang tidak menyanangkan. Beberapa
hal yang menyenangkan ketika mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia yaitu saya
dapat memperbaiki sturuktur berbahasa yang selama ini saya pergunakan. Karena
ternyata masih begitu banyak hal-hal yang harus diperbaiki dalam berbahasa
saya.
(Ahmad Salmun)
Selama mengikuti
perkuliahan bahasa Indonesia hal yang paling menyenangkan bagi saya
adalah ketika ibu Isna membiasakan untuk menulis. Sebenarnya saya suka
menulis, meskipun kemampuan menulis saya memang masih sangat kurang. Namun
dengan terus membiasakan diri untuk menulis, bukan tidak mungkin dapat
meningkatkan kemampuan menulis saya. Awalnya tidak biasa namun lama-lama dapat
terbiasa juga.
(Fitri Purnama)
Pertama bertemu dengan
ibu Isna Sulatri yang sangat ramah kepada mahasiswanya. Saya tidak terlalu suka
nulis, tetapi beliau membiasakan saya untuk nulis. Beliau memberikan tugas
pertama membuat sebuah tulis, yang harus dimuat di sebuah blog. Tugas tersebut
merupakan suatu tantangan bagi saya, selain itu saya juga mendapatkan ilmu baru
bagaimana cara membuat sebuah blog dari tugas tersebut.
(Elis Siti Nurjanah)
Menulis memang menyenangkan, namun
setiap menulis saya selalu terpaku pada kata-kata yang harus baku. Saya kurang
menguasai bahasa Indonesia baku dan setiap pertemuan harus membuat tulisan
dalam waktu yang singkat. Selama mengikuti perkuliahan bahasa Indonesia,
membuat tulisan dalam waktu yang singkat dengan kata-kata yang baku adalah hal
yang kurang menyenangkan. Meskipun begitu, semakin lama saya akan semakin
terbiasa, karena cara tersebut merupakan sebuah latihan supaya kemampuan
menulis saya menjadi lebih baik.
(Eva Dianita)
Dari
awal sampai saat ini, saya belum menemukan
hal menyenangkan atau pun kurang menyenangkan pada mata kuliah Bahasa
Indonesia, semuanya biasa saja.
Tapi
saya berharap untuk selanjutnya di mata kuliah ini bisa menyenangkan, agar saya
bisa menyukai dosen dan mata kuliah nya.
(Oke Wahyudi)
Analisis
Ejaan
|
No
|
Tertulis
|
Seharusnya
|
Ket
|
|
1
|
lama-lama
|
lama-kelamaan
|
P2K4
|
|
2
|
nulis
|
menulis
|
P3K2
|
|
3
|
tulis
|
tulisan
|
P3K3
|
|
4
|
kuliah
nya
|
kuliahnya
|
P5K2
|
Analisis
Kalimat
|
No
|
Tertulis
|
Seharusnya
|
Ket
|
|
1
|
Namun
ternyata ada beberapa prihal mengenai pembelajaran bahasa Indonesia baik dari
yang menyenangkan maupun yang tidak menyanangkan.
|
Namun
ternyata ada beberapa prihal mengenai pembelajaran bahasa Indonesia baik yang menyenangkan maupun tidak
menyanangkan.
|
P1K2
|
|
2
|
Beberapa
hal yang menyenangkan ketika mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia yaitu
saya dapat memperbaiki sturuktur berbahasa yang selama ini saya pergunakan
|
Beberapa
hal yang menyenangkan ketika mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu
saya dapat memperbaiki sturuktur bahasa yang selama ini saya gunakan.
|
P1K3
|
|
3
|
Karena
ternyata masih begitu banyak hal-hal yang harus diperbaiki dalam berbahasa
saya.
|
Karena
ternyata masih begitu banyak hal-hal yang harus saya perbaiki dalam berbahasa
Indonesia.
|
P1K4
|
|
4
|
Selama
mengikuti perkuliahan bahasa Indonesia hal yang paling menyenangkan
bagi saya adalah ketika ibu Isna membiasakan untuk menulis.
|
Selama
mengikuti perkuliahan bahasa Indonesia, hal yang paling menyenangkan
bagi saya adalah ketika ibu Isna membiasakan untuk menulis.
|
P2K1
|
|
5
|
Namun
dengan terus membiasakan diri untuk menulis, bukan tidak mungkin dapat
meningkatkan kemampuan menulis saya.
|
Namun
dengan terus membiasakan diri untuk menulis, bukan tidak mungkin dapat
meningkatkan kemampuan saya dalam menulis.
|
P2K3
|
|
6
|
Awalnya tidak biasa namun lama-lama
dapat terbiasa juga.
|
Awalnya tidak biasa namun
lama-kelamaan akan terbiasa juga.
|
P2K4
|
|
7
|
Pertama bertemu dengan ibu Isna
Sulatri yang sangat ramah kepada mahasiswanya.
|
Kesan pertama bertemu dengan ibu Isna
Sulatri, beliau sangat ramah kepada mahasiswanya.
|
P3K1
|
|
8
|
Saya tidak terlalu suka nulis, tetapi
beliau membiasakan saya untuk nulis.
|
Saya tidak terlalu suka menulis,
tetapi beliau membiasakan saya untuk menulis.
|
P3K2
|
|
9
|
Beliau memberikan tugas pertama
membuat sebuah tulis, yang harus dimuat di sebuah blog.
|
Beliau memberikan tugas pertama
membuat sebuah tulisan, yang harus dimuat di sebuah blog.
|
P3K3
|
|
10
|
Menulis memang menyenangkan, namun
setiap menulis saya selalu terpaku pada kata-kata yang harus baku.
|
Menulis memang menyenangkan, namun
setiap menulis saya selalu terpaku pada kata-kata yang baku.
|
P4K1
|
|
11
|
Saya kurang menguasai bahasa Indonesia
baku dan setiap pertemuan harus membuat tulisan dalam waktu yang singkat.
|
Saya kurang menguasai kata-kata baku
apalagi setiap pertemuan harus membuat tulisan dalam waktu yang singkat.
|
P4K2
|
|
12
|
Meskipun begitu, semakin lama saya
akan semakin terbiasa, karena cara tersebut merupakan sebuah latihan supaya
kemampuan menulis saya menjadi lebih baik.
|
Meskipun begitu, semakin lama saya
akan terbiasa, karena cara tersebut merupakan latihan agar kemampuan saya
dalam hal menulis menjadi lebih baik.
|
P4K4
|
|
13
|
Dari
awal sampai saat ini, saya belum menemukan
hal menyenangkan atau pun kurang menyenangkan pada mata kuliah Bahasa
Indonesia, semuanya biasa saja.
|
Dari
awal sampai saat ini, saya belum menemukan
hal menyenangkan atau kurang menyenangkan pada mata kuliah Bahasa
Indonesia, semuanya biasa saja.
|
P5K1
|
|
14
|
Tapi
saya berharap untuk selanjutnya di mata kuliah ini bisa menyenangkan, agar
saya bisa menyukai dosen dan mata kuliah nya.
|
Tapi
saya berharap untuk selanjutnya mata kuliah Bahasa Indonesia menjadi
menyenangkan, supaya saya bisa menyukai dosen dan mata kuliahnya.
|
P5K2
|
Selasa, 06 Maret 2012
Hal Yang Menyenangkan Dan Tidak Menyenangkan Mengenai Bahasa Indoesia
Belajar bahasa Indonesia
tentunya sangat bermanfaat bagi Kita selaku bangsa Indonesia khususnya. Namun
ternyata ada beberapa prihal mengenai pembelajaran bahasa Indonesia baik dari
yang menyenangkan maupun yang tidak menyanangkan. Beberapa hal yang
menyenangkan ketika mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia yaitu saya dapat
memperbaiki sturuktur berbahasa yang selama ini saya pergunakan. Karena ternyata
masih begitu banyak hal-hal yang harus diperbaiki dalam berbahasa saya.
Dibalik hal yang saya rasa
menyenangkan, ada beberapa hal yang sedikit tidak sesuai dengan perasaan saya
ketika belajar mata kuliah bahasa Indonesia. Yakni kurangnya ke-efektif-an dan
ke-kondusif-an kelas. Selain itu, segi penyampaian mata kuliah juga masih
sedikit membingungkan bagi saya pribadi.
Terimakasih.
Kamis, 01 Maret 2012
Kesendirian Tidak Selalu Mematikan!!!
Sahabatku,,,
banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan
melelahkan.
'Sendiri oh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa menjadi masalah besar bagi sebagian orang!
Apakah Sahabat termasuk yang demikian? :-)
Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran, sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!
Kesendirian bisa memiliki dua makna...
Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya, tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk perasaan saja.
Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun merasakan kesunyian. Mungkin Sahabat pernah mengalami hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :-) dan lain sebagainya..!
Satu hal yang perlu Sahabat ingat, kesendirian dengan arti apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan segala situasinya.
Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih bermakna? Lakukan hal berikut :
1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif yang sangat Sahabat sukai, misalnya dengan membaca,
menulis, olahraga, menyanyi? :-)
Apapun kesukaan Sahabat. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih menyenangkan!
2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi impian Sahabat dan belum sempat dilakukan. Sahabat bisa
membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.
Percaya, cara ini akan menyadarkan Sahabat akan sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya.Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi menyenangkan? ;-)
3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang keinginan yang ingin Sahabat wujudkan selagi masih
hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali 'keinginan gila' saat Sahabat masih kecil? Atau mimpi-
mimpi lain yang belum terlaksanakan?
Saat itu Sahabat akan sadar, ternyata banyak sekali hal yg memerlukan kesendirian untuk mewujudkannya!
4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal *utama* dan yang pertama yang harus Sahabat lakukan... Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri Sahabat. Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat keberadaan Sahabat di dunia.
Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin kokoh kemampuan Sahabat mengarungi kehidupan, dengan segala situasinya.
Intinya, jangan biarkan Sahabat terjebak dalam kesendirian dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya
berlarut-larut, hingga membuat Sahabat putus asa.
Kalau Sahabat mau membuka mata, kita sebenarnya tidak pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar
kita. Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa Sahabat jadikan teman, dan ajak bicara!
Jika Sahabat mau terbuka, dalam kesendirian, Sahabat bisa merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian, Sahabat bisa menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian, dan memaksimalkan potensi yang Sahabat miliki. Dalam kesendirian pula, Sahabat bisa mengungkap kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan ego yang seringkali Sahabat temukan di keramaian!
Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan saja kepada setiap orang, termasuk kepada Sahabat. Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini Sahabat sedang dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri', Sahabat harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya mematikan!
Kelola-lah perasaan Sahabat dengan baik, dan buatlah kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)
SEMANGAT!!!
^-^ Diserat deui ku Salmun al Ghozh kenging tina artikel Anne Ahira anu dikirim knu e-Mail abdi ^-^
Mgga Klik: http://www. AsianBrainNewsletter.com
Langganan:
Postingan (Atom)